Showing posts with label EKMA4213. Show all posts
Showing posts with label EKMA4213. Show all posts

Thursday, September 7, 2017

Modul 9 : EKMA4213 - Manajemen Keuangan

Modul 9 : EKMA4213 - Manajemen Keuangan

EKMA4213 - MANAJEMEN KEUANGAN



RANGKUMAN

MODUL 9

Topik - topik Khusus dalam Keuangan




Kegiatan Belajar 1

Merger dan Akuisisi

Kegiatan Belajar 1 membahas tentang :
  1. pengertian merger dan akuisisi.
  2. alasan perusahaan melakukan merger dan akuisisi.
  3. bagaimana melakukan analisis terhadap keputusan untuk merger dana akuisi.



Tes Formatif 1

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat !

1. PT A yang bergerak dalam bidang makanan dan minuman merencanakan akan mengakuisisi PT C yang juga bergerak dalam bidang makanan dan minuman. Dari akisisi tersebut diharapkan akan dapat dihemat biaya promosi dan distribusi sebesar Rp.1,50 miliar pada tahun depan, dan diperkirakan akan meningkat sebesar 10% per tahun selamanya. Perusahaan saat ini telah membayar pajak penghasilan dengan tarif 35%. Perusahaan menggunakan tingkat bunga sebesar 18% untuk mengevaluasi rencana investasi. Berapa manfaat yang diharapkan akan memperoleh dari akuisisi tersebut ?
A. Rp.10.100,0 juta
B. Rp.12.187,5 juta
C. Rp.15.000,0 juta
D. Rp.17.500 juta

2. Harga saham PT C sebelum rencana akuisisi ini dibicarakan ( dari soal nomor 1 ) adalah Rp.5.000,00 per lembar, dengan jumlah yang beredar sebanyak 6 juta lembar. Apabila para pemegang saham PT A menyatakan bahwa mereka haruslah dapat menikmati manfaat akuisisi tersebut minimal sebesar 50%, berapakah harga maksimum yang akan ditawarkan pada PT C ?
A. Rp.6,625
B. Rp.7,015
C. RP.7,255
D. Rp.7,575

3. PT A saat ini menggunakan utang senilai Rp.60 miliar, dengan cost of debt sebesar 14%. Apabila utang tersebut diasumsikan bersifat permanen ( kalau jatuh tempo akan dapat diperpanjang lagi 0, dan tarif pajak adalah 0,35 berapakah penghematan pajak yang dapat dinikmati oleh PT A ?
A. Rp.60 miliar
B. Rp.40 miliar
C. Rp.21 miliar
D. Rp.8,4 miliar

4. Sekarang misalkan, PT A ( dari soal nomor 3 ) akan mengakuisisi PT D yang mempunyai unrelated business, tetapi mempunyai korelasi arus kas yang sangat rendah. Sebagai akibatnya, PT A diperkirakan akan mampu menggunakan utang lebih banyak tanpa terkena penalty biaya kebangkrutan yang berarti. Diperkirakan setelah mengakuisisi PT D, PT A dapat menggunakan utang senilai Rp.80 miliar tanpa mengalami perubahan cost of debt. Berapa tambahan PV penghematan pajak ( manfaat ) dari rencana akuisisi  tersebut ?
A. Rp.4 miliar
B. Rp.5 miliar
C. Rp.6 miliar
D. Rp.7 miliar

5. Misalkan, harga saham  PT D ( dari soal nomor 4 ) adalah Rp.3.000,00 per lembar, dengan jumlah lembar saham sebesar 7 juta lembar. Berapa harga maksimum yang dapat ditawarkan untuk saham PT D apabila diinginkan 50% manfaat dinikmati oleh pemegang saham PT A ?
A. Rp.4.000,00
B. Rp.3.500,00
C. Rp.3.250,00
D. A, B, dan C salah 


KEMBALI KE ATAS :

- Modul 1 : EKMA4213 - Manajemen Keuangan




      

Modul 8 : EKMA4213 - Manajemen Keuangan

Modul 8 : EKMA4213 - Manajemen Keuangan

EKMA4213 - MANAJEMEN KEUANGAN



RANGKUMAN

MODUL 8

Pendanaan Jangka Menengah dan Jangka Panjang 




Kegiatan Belajar 1

Pendanaan Jangka Menengah

Kegiatan Belajar 1 membahas tentang :
  1. berbagai sumber dana jangka menengah.
  2. sumber dana dalam bentuk sewa guna dan bagaimana melakukan analisis terhadap sumber dana tersebut.
  3. bagaimana menaksir biaya utang dari berbagai penawaran bunga yang mungkin dipergunakan oleh lembaga pemberi kredit jangka menengah.



Tes Formatif 1

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat !

1. PT SH memerlukan aktiva senilai Rp.100 juta. Apabila PT SH akan membeli aktiva tersebut ( diasumsikan mempunyai usia ekonomis 5 tahun tanpa nilai sisa ) maka suatu bank bersedia membiayai dengan bunga 16% per tahun. Pembayaran utang akan dilakukan dengan sistem anuitas ( artinya angsuran per tahun sama besarnya ), dan dibayar pada akhir tahun. Angsuran anuitas yang dilakukan PT SH adalah .....
A. Rp.35,40 juta
B. Rp.34,50 juta
C. Rp.30,54 juta
D. Rp.29,00 juta

2. Dari soal nomor 1 tersebut, beban biaya ( bunga dan penyusutan ) yang dapat dipergunakan untuk mengurangi pajak pada tahun 1 adalah .....
A. Rp.36 juta
B. Rp.26 juta
C. Rp.16 juta
D. Rp.10 juta

3. Berapa PV kas keluar setelah pajak ( dari soal nomor 1 ) apabila tarif pajak adalah 50% ?
A. Rp.61,36 juta
B. Rp.60,07 juta
C. Rp.50,60 juta
D. Rp.45,00 juta

4. Suatu perusahaan sewa guna menawarkan untuk membiayai keperluan tersebut ( soal nomor 1 ) dengan cara membayar sewa sebanyak lima kali dalam lima tahun, hanya saja pembayaran tersebut dilakukan pada awal tahun. Perusahaan sewa meminta pembayaran sewa sebesar Rp.26,50 juta per tahun, selama lima kali pembayaran. Berapa PV arus kas keluar atas dasar setelah pajak ?
A. Rp.61,36 juta
B. Rp.60,07 juta
C. Rp.50,60 juta
D. Rp.45,00 juta

5. Mengapa lessor mungkin dapat menawarkan tingkat bunga yang lebih rendah dari pada kreditor karena .....
A. lessor bersedia memperoleh laba lebih sedikit
B. lessor mempunyai biaya modal yang lebih besar
C. lessor ingin mengambil laba yang lebih besar
D. lessor mempunyai tarif pajak yang jauh lebih tinggi


BERIKUTNYA :

- Modul 9 : EKMA4213 - Manajemen Keuangan

Wednesday, September 6, 2017

Modul 7 : EKMA4213 - Manajemen Keuangan

Modul 7 : EKMA4213 - Manajemen Keuangan

EKMA4213 - MANAJEMEN KEUANGAN



RANGKUMAN

MODUL 7

Interaksi Keputusan Investasi dengan Keputusan Pendanaan




Kegiatan Belajar 1

Menaksir Biaya Modal

Kegiatan Belajar 1 membahas tentang :
  1. pengertian biaya modal dari masing - masing sumber pandanaan.
  2. bagaimana menaksir biaya modal dari masing - masing sumber pendanaan.



Tes Formatif 1

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat !

1. Suatu perusahaan menaksir bahwa biaya modal sendiri yang berasal dari hasil operasi adalah sebesar 20%. Apabila untuk menghimpun modal sendiri dari luar ( external financing ) diperlukan biaya emisi sebesar 5% maka biaya modal sendiri dana eksternal tersebut adalah ( angka yang paling mendekati ) .....
A. 21,05%
B. 22,05%
C. 23,45%
D. 25,00% 

2. Suatu perusahaan akan memperoleh dana dalam bentuk utang dengan jangka waktu hanya satu tahun. Nilai nominal utang tersebut adalah Rp.200 juta, dengan bunga sebesar 16%, tetapi harus dibayar di muka. Dengan kata lain, pada waktu akad kredit perusahaan hanya menerima Rp.168 juta, dan nanti melunasi sebesar Rp.200 juta. Berapa biaya utang sebelum pajak yang ditanggung perusahaan tersebut ( angka yang paling mendekati ) ?
A. 16,00%
B. 18,35%
C. 19,05%
D. 20,25%

3. Apabila tarif pajak sebesar 30%, berapakah biaya utang setelah pajak dari perusahaan pada soal nomor 2 ?
A. 11,20%
B. 12,85%
C. 13,33%
D. 14,18%

4. Suatu saham preferen akan membagikan dividen setiap tahun sebesar Rp.140,00. Harga pasar saham tersebut saat ini adalah Rp.778,00. Berapakah biaya saham preferen tersebut ( angka yang paling mendekati ) ?
A. 18,00%
B. 19,00%
C. 20,00%
D. 21,00%

5. Berapa biaya saham preferen atas dasar setelah pajak pada soal nomor 4 di atas ?
A. 18,00%
B. 19,00%
C. 29,00%
D. 21,00% 


Kegiatan Belajar 2

Metode untuk Mengaitkan Keputusan Investasi dengan Keputusan Pendanaan

Kegiatan Belajar 2 ini membahas tentang :
  1. penggunaan biaya modal rata - rata tertimbang untuk menilai profitabilitas investasi.
  2. penggunaan Adjusted Net Present Value untuk menilai profitabilitas investasi.



Tes Formatif 2

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat !

1. Mana diantara faktor berikut ini yang memberikan dampak negatif pada keputusan pendanaan ? 
A. Adanya utang yang disubsidi pemerintah
B. Makin tingginya tarif income tax
C. Adanya biaya emisi
D. Adanya piutang yang tinggi

2. Mana di antara faktor - faktor berikut ini yang mendorong penggunaan utang ?
A. Biaya emisi obligasi lebih tinggi dari biaya emisi ekuitas
B. Makin tingginya tarif income tax, sedangkan pembayaran bunga dapat dipergunakan untuk mengurangi pajak
C. Pasar modal efisien
D. Tidak ada asimetrik informasi

3. Biaya laba yang ditahan apabila perusahaan menggunakan modal sendiri ditaksir sebesar 16%. Suatu proyek diharapkan memberikan kas masuk bersih sebesar Rp.1,6 miliar per tahun selamanya. Berapakah Base Case NPV proyek tersebut apabila investasi yang diperlukan pada tahun ke-0 adalah Rp.9,5 miliar ?
A. Rp.2,0 miliar
B. Rp.1,5 miliar
C. Rp.1,0 miliar
D. Rp.0,5 miliar 

4. Dari soal nomor 3 tersebut, apabila perusahaan akan mengambil proyek tersebut, perusahaan harus menerbitkan saham baru. Biaya emisi ditaksir sebesar 5%. Berapakah biaya emisi yang ditanggung perusahaan ?

A. Rp.2,0 miliar
B. Rp.1,5 miliar
C. Rp.1,0 miliar
D. Rp.0,5 miliar 

5. Dari soal nomor 3 dan 4, berapakah APV proyek tersebut ?

A. Rp.1,5 miliar
B. Rp.1,0 miliar
C. Rp.0,5 miliar
D. Rp.0,0 miliar 


Kegiatan Belajar 3

Penaksiran Arus Kas Pada Saat Proyek Dibiayai dengan Uang  

Kegiatan Belajar 3 ini menjelaskan tentang :
  1. bagaimana menaksir arus kas operasional apabila proyek direncanakan akan dibiayai ( sebagian ) dengan utang.
  2. kemungkinan perhitungan ganda terjadi dalam penaksiran arus kas.



Tes Formatif 3

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat !

1. Mana di antara arus kas berikut ini yang tidak relevan dalam penaksiran arus kas operasional ?
A. Pembayaran gaji karyawan
B. Biaya bahan baku
C. Biaya administrasi dan umum
D. Biaya bunga

2. Biaya modal rata - rata tertimbang berguna untuk .....
A. menaksir nilai perusahaan
B. tingkat bunga dalam perhitungan NPV
C. cut-off rate dalam perhitungan IRR
D. A, B, dan C benar

3. Taksiran rugi laba suatu proyek adalah sebagai berikut
Penjualan                                                Rp.1.000 juta
Biaya
- Tunai                     Rp.400 juta
- Penyusutan           Rp.300 juta              Rp.700 juta (-)
  Laba sebelum bunga dan pajak             Rp.300 juta
  Bunga                                                     Rp.100 juta (-)
  Laba sebelum pajak                               Rp.200 juta
  Pajak                                                      Rp.50 juta (-)  
  Laba setelah pajak                                 Rp.150 juta  

Arus kas operasional yang relevan untuk perhitungan NPV adalah ......
A. Rp.525,0 juta
B. Rp.412,5 juta
C. Rp.312,5 juta
D. Rp.450 juta

4. Misalkan, proyek pada soal nomor 3 tersebut memerlukan dana sebesar Rp.600 juta, berusia ekonomis 2 tahun tanpa nilai sisa. Proyek akan dibiayai dengan 75% utang dan 25% modal sendiri. Berapa taksiran biaya utang sebelum pajak ?
A. 22,22%
B. 30,00%
C. 32,25%
D. 35,00%

5.Proyek pada soal nomor 3 dan 4 mempunyai biaya modal sendiri sebesar 32%. Apabila taksiran arus kas sama setiap tahunnya, berapakah NPV proyek tersebut ?
A. Rp.100 juta
B. Rp.110 juta
C. Rp.130 juta
D. A, B, dan C salah


BERIKUTNYA :

- Modul 8 : EKMA4213 - Manajemen Keuangan
 

Modul 6 : EKMA4213 - Manajemen Keuangan

Modul 6 : EKMA4213 - Manajemen Keuangan

EKMA4213 - MANAJEMEN KEUANGAN



RANGKUMAN

MODUL6

Efisiensi Pasar Modal dan Keputusan Pendanaan




Kegiatan Belajar 1

Pasar Modal yang Efisien dan Dampaknya bagi Keputusan Pendanaan 

Kegiatan Belajar 1 membahas tentang :
  1. pengertian pasar modal yang efisien
  2. mengapa pasar modal efisien
  3. jenis - jenis efisiensi pasar modal
  4. implikasi efisiensi pasar modal bagi keputusan pendanaan



Tes Formatif 1

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat !

1. Seorang analis sekuritas menyarankan untuk membeli suatu saham setelah mengamati bahwa saham tersebut mengalami kenaikan harga selama lima hari bursa berturut - turut. Saran yang diberikan oleh analis tersebut merupakan indikasi bahwa .....
A. analis tersebut tidak percaya efisiensi bentuk lemah di bursa tersebut
B. analis tersebut tidak percaya efisiensi bentuk setengah kuat di bursa tersebut
C. analis tersebut tidak percaya efisiensi bentuk kuat di bursa tersebut
D. analis tersebut percaya efisiensi bentuk lemah di bursa tersebut

2. Berbagai obligasi yang ditawarkan ternyata mempunyai coupon rate yang bisa berbeda. Dengan demikian, pemodal bisa memperoleh NPV yang positif dengan jalan membeli obligasi yang menawarkan coupon rate yang tertinggi. Pernyataan tersebut mempunyai kesalahan dalam hal .....
A. mengabaikan nilai waktu uang
B. mengabaikan faktor risiko
C. mengabaikan nilai nominal obligasi
D. mengabaikan jumlah dana yang akan diinvestasikan

3. Para pimpinan PT PARAMITA berpendapat bahwa harga saham perusahaan tersebut saat ini terlalu tinggi. Karena itu, mereka merencanakan untuk menerbitkan saham baru. Segera setelah niat ini diketahui oleh masyarakat, harga saham PT tersebut turun. Keadaan tersebut merupakan contoh .....
A. inefisiensi bentuk lemah
B. efisiensi bentuk lemah
C. efisiensi bentuk setengah kuat
D. efisiensi bentuk kuat

4. Mereka yang menggunakan analisis teknikal mendasarkan diri pada pemikiran bahwa .....
A. gerakan harga saham bersifat repretitive dan mempunyai pola
B. gerakan harga saham bersifat acak
C. gerakan harga saham dipengaruhi oleh faktor ekonomi
D. gerakan harga saham dipengaruhi oleh faktor fundamental perusahaan 

5. Pasar modal akan makin efisien apabila .....
A. makin banyak regulasi yang dikeluarkan oleh pengawas pasar modal
B. makin banyak menggunakan peralatan elektronika
C. makin banyak pelaku dan analisis pasar
D. A, B, dan C benar  


Kegiatan Belajar 2

Teori Struktur Modal

Kegiatan Belajar 2 membahas tentang :
  1. dua teori Struktur Modal, yaitu balancing theory dan pecking order theory.
  2. bagaimana kedua teori tersebut mempengaruhi pemilihan struktur modal.



Tes Formatif 2

Pilihlan satu jawaban yang paling tepat !

1. Anggaplah pendapat Modigliani dan Miller pada saat terdapat pajak berlaku. Apabila suatu perusahaan menggunakan 100% modal sendiri, nilai perusahaannya adalah Rp.500 miliar. Perusahaan membagikan seluruh laba yang tersedia bagi pemegang saham sebagai dividen, laba operasi tidak meningkat, dan tarif pajak sebesar 20%. Berapa biaya modal sendiri dari perusahaan yang tidak menggunakan utang tersebut apabila laba operasi pertahunnya sebesar Rp.125 juta ?
A. 20%
B. 21%
C. 22%
D. 23% 

2. Perusahaan pada soal nomor 1 mengganti sebagian modal sendiri dengan menerbitkan obligasi senilai Rp.200 miliar, dengan cost of debt sebelum pajak 16%. Apabila obligasi ini bersifat permanen, berapa nilai penghematan pajak karena penggunaan obligasi tersebut ?
A. Rp.32 miliar
B. Rp.40 miliar
C. Rp.50 miliar
D. Rp.55 miliar

3.Dengan demikian, nilai perusahaan setelah menggunakan utang ( dari soal nomor 1 dan 2 ) adalah .....
A. Rp.532 miliar
B. Rp.540 miliar
C. Rp.550 miliar
D. Rp.560 miliar

4. Nilai modal sendiri pada soal nomor 1 s/d 3 adalah .....
A. Rp.300 miliar
B. Rp.320 miliar
C. Rp.340 miliar
D. Rp.350 miliar

5. Sesuai dengan pecking order theory, sumber dana berikut ini yang merupakan pilihan pertama adalah .....
A. laba ditahan
B. obligasi
C. obligasi konversi
D. saham baru  


Kegiatan Belajar 3

Kebijakan Dividen

Kegiatan Belajar 3 membahas tentang :
  1. konsep kebijakan dividen, yaitu apakah laba yang diperoleh sebaiknya diabaikan sebagai dividen ataukah ditahan dan diinvestasikan kembali.
  2. mengapa perusahaan tidak menggunakan residual decision of dividend, dan mengapa kebijakan dividen kemudian menjadi variabel aktif dalam keputusan keuangan.
  3. konsep tentang pembagian dividen saham, pemecahan saham, dan pembelian kembali saham.



Tes Formatif 3

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat !

Informasi berikut ini untuk menjawab pertanyaan nomor 1 s/d 3. Neraca PT Paramita, yang disajikan pada harga pasar, adalah sebagai berikut.

Neraca PT Paramita, pada harga pasar ( jutaan Rp )

Jumlah lembar saham yang saat ini beredar adalah 5.000.000 lembar. Misalkan, perusahaan merencanakan tidak akan membagikan dividen karena terdapat suatu kesempatan investasi yang memerlukan dana sebesar Rp.1.900 juta. Investasi tersebut diperkirakan akan bisa menghasilkan kas masuk bersih sebesar Rp.240 juta pada tahun yang akan datang, dan sesudahnya diperkirakan akan meningkat sebesar 8% per tahun. Biaya modal sendiri ditaksir sebesar 18%. 
1. Berapa NPV investasi tersebut ?
A. Rp.500 juta
B. Rp.600 juta
C. Rp.700 juta
D. Rp.750 juta  

2. Berapa harga saham setelah mengambil kesempatan investasi tersebut ?
A. Rp. 2.400,00
B. Rp.2.500,00
C. Rp.2.600,00
D. Rp.2.750,00

3. Berapa nilai perusahaan setelah mengambil kesempatan investasi tersebut ?
A. Rp.12.000 juta
B. Rp.12.500 juta
C. Rp.15.000 juta
D. Rp.16.000 juta

4. Suatu perusahaan akan membagikan stock dividend sebesar 10%. Saat ini informasi yang menyangkut keuangan perusahaan adalah sebagai berikut.
Harga saham per lembar                  Rp.8.000,00
Jumlah lembar saham yang beredar      Rp.10.000.000 lembar
Laba per lembar saham, EPS                 Rp.800,00
Berapa Laba Per Lembar Saham setelah membagikan stock dividend ?
A. Rp.800,00
B. Rp.750,00
C. Rp.727,00
D. Rp.700,00

5. Dari soal nomor 4 tersebut, berapa harga saham setelah stock dividend apabila para pemodal berpendapat bahwa prospek dan risiko perusahaan tidak berubah ?
A. Rp.8.000,00
B. Rp.7.500,00
C. Rp.7.270,00
D. Rp.7.000,00


BERIKUTNYA :

- Modul 7 : EKMA4213 - Manajemen Keuangan   


Sunday, September 3, 2017

Modul 5 : EKMA4213 - Manajemen Keuangan

Modul 5 : EKMA4213 - Manajemen Keuangan

EKMA4213 - MANAJEMEN KEUANGAN



RANGKUMAN

MODUL 5

Risiko dalam Investasi




Kegiatan Belajar 1

Memasuki Risiko dalam Analisis Proyek

Kegiatan Belajar 1 membahas tentang :
  1. bagaimana menggunakan ketidakpastian arus kas sebagai ukuran risiko.
  2. pemilihan tingkat bunga dalam menghitung NPV yang diharapkan apabila dipergunakan ketidakpastian arus kas sebagai ukuran risiko.
  3. bagaimana memasukkan korelasi antar arus kas dalam analisis.



Tes Formatif 1

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat !

1. Suatu investasi diperkirakan mempunyai distribusi probabilitas tingkat keuntungan sebagai berikut. 
Modul 5 : EKMA4213 - Manajemen Keuangan

Berapa tingkatkeuntungan yang diharapkan dari investasi tersebut ?
A. 0,15
B. 0,20
C. 0,25
D. 0,30

2. Berapa deviasi standar tingkat keuntungan investasi tersebut ( soal nomor 1 ) ?
A. 0,034
B. 0,184
C. 0,240
D. 0,264

3. Suatu perusahaan mempunyai biaya tetap dalam satu tahun sebesar Rp.120 juta. Biaya variabel per satuan sebesar Rp.5.000,00, sedangkan harga jual per satuan sebesar Rp.8.000,00. Berapa titik impas perusahaan tersebut ?
A. 30.000 unit
B. 40.000 unit 
C. 50.000 unit
D. 60.000 unit 

4. Kalau perusahaan pada soal nomor 3 mampu menjual sebesar 60.000 unit, berapakah degree of operating leveragenya ?
A. 0,33
B. 1,50
C. 3,00
D. 2,00

5. Pada penjualan sebesar 60.000 unit tersebut ( soal nomor 4 ), berapa laba yang diperoleh perusahaan ?
A. Rp.15 juta
B. Rp.30 juta
C. Rp.45 juta
D. Rp.60 juta


Kegiatan Belajar 2

Risiko sebagai ketidakpastian Arus Kas

Kegiatan Belajar 2 membahas tentang :
  1. bagaimana mempertimbangkan risiko dalam keputusan investasi.
  2. faktor yang mungkin mempengaruhi risiko perusahaan.



Tes Formatif 2

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat !

1. Apabila dipergunakan ketidakpastian arus kas sebagai ukuran risiko maka perhitungan NPV yang diharapkan seharusnya menggunakan .....
A. tingkat inflasi
B. tingkat bunga kredit
C. biaya modal sendiri
D. tingkat keuntungan bebas risiko 

2. Apabila suatu proyek diharapkan memberikan NPV sebesar Rp.500 juta, pengeluaran investasinya sebesar Rp.2.000 juta, dan deviasi standar NPV tersebut adalah Rp.400 juta maka coefficient of variation dari proyek tersebut adalah .....
A. 1,25
B. 0,80
C. 5,00
D. 0,20

3. Dua proyek, A dan B, mempunyai usia ekonomis yang sama, nilai investasi yang sama, arus kas yang diharapkan setiap tahun yang sama, dan probabilitas kejadian arus kas yang juga sama. Bedanya adalah bahwa proyek A mempunyai arus kas yang independen, sedangkan proyek B mempunyai arus kas yang cenderung berkorelasi negatif antartahun. Sesuai dengan karakteristik tersebut, mana di antara pernyataan berikut ini yang benar .....
A. E (NPV) proyek A lebih besar daripada proyek B
B. E (NPV) proyek B lebih besar daripada proyek A
C. proyek A lebih besar daripada proyek B
D. proyek B lebih besar daripada proyek A

4. Apabila arus kas pada tahun ke 1 berkorelasi dengan arus kas pada tahun ke t-1 maka semakin besar koefisien korelasi tersebut akan membuat .....
A. deviasi standar NPV akan makin besar, sedangkan E (NPV) sama saja
B. deviasi standar NPV akan makin kecil, sedangkan E (NPV) sama saja
C. deviasi standar NPV sama saja, tetapi E (NPV) makin besar
D. deviasi standar NPV sama saja, tetapi E (NPV) makin kecil

5. Dari simulasi yang dilakukan sebanyak 500 kali diperoleh informasi bahwa E (NPV) = 500, dan (NPV) = 400. Berapa probabilitas investasi tersebut akan memberikan NPV <0 .....
A. 10,56%
B. 21,19%
C.  7,35%
D. A, B, dan C salah   


Kegiatan Belajar 3

Risiko dalam Konteks CAPM

Kegiatan Belajar 3 membahas tentang :
  1. bagaimana menggunakan CAPM dalam analisis proyek investasi. 
  2. bagaimana memisahkan risiko finansial dari risiko usaha dengan menggunakan CAPM.
  3. perbandingan antara penggunaan risiko sistematis dengan risiko total.



Tes Formatif 3

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!

1. Beta equity industri farmasi ditaksir sebesar 1,29. Rata - rata rasio utang yang dipergunakan dalam industri tersebut adalah 40% dari kekayaan perusahaan. Berapa beta aktiva untuk industri tersebut, apabila tarif pajak penghasilan 35% ?
A. 0,80
B. 0,90
C. 1,00
D. 1,10 

2. Misalkan, Rf=10% dan E(Rm)=20%. Berapa tingkat keuntungan yang layak untuk investasi pabrik farmasi yang dibiayai dengan 100% modal sendiri pada soal nomor 1 tersebut .....
A. 17,0%
B. 18,0%
C. 19,0%
D. 20,0%

3. Misalkan rencana investasi pada soal nomor 2 tersebut memerlukan dana sebesar Rp.3.000 juta pada tahun ke-0, Rp.1.000 juta pada tahun ke-1, dan kas masuk operasi dari tahun ke-2 sampai dengan tidak terhingga sebesar Rp.950 juta. Berapa NVP investasi tersebut apabila dibiayai dengan 100% modal sendiri ?
A. Rp.0
B. +Rp.1.160 juta
C. +Rp.361 juta
D. +Rp.527 juta

4. Dua proyek mempunyai karakteristik seperti yang tercantum pada tabel berikut ini.
Modul 5 : EKMA4213 - Manajemen Keuangan

Berapa deviasi standar untuk proyek 1 dan 2 ?
A. 26,29
B. 28,68
C. 29,00
D. 31,00 

5. Dari soal nomor 4 tersebut, berapa coefficient of variation untuk proyek 1 dan 2 ?
A. 0,46
B. 0,56
C. 0,66
D. 0,76


BERIKUTNYA :

- Modul 6 : EKMA4213 - Manajemen Keuangan